Selasa, 28 Oktober 2014

Tekad Menggapai Mimpi



Namaku Hiroshi seorang lelaki yang tinggi, putih dan tampan ,tapi aku sangatlah nakal .Aku duduk dibangku SMA kelas 11 IPS A ,dikelasku aku dikenal sebagai “trouble maker” bersama teman seperjuanganku yang bernama Lazaref.

Pada saat ulangan fisika berlangsung siswa-siswa mengerjakan lembaran soal dengan khusu tapi tidak dengan aku dan lazaref.
”Hiroshi ,kamu nomer 5 udah belum ?” Tanya lazaref sambil menepuk punggungku.
Belum ref ,bentar aku lihat dulu sama Aiko.”Jawab aku yang mulai menengok ke lembar jawaban Aiko yang berada dibelakangku.
Jawaban belum dapat ternyata bu Naomi  mengetahui aksi curangku ,ia datang menghampiriku sambil bertanya .
Heh Hiroshi kamu sedang apa? Kamu nyontek ya ?” ucap Bu Naomi dengan suara keras .
Hmmmm ,itu bu anu...nggak nyontek ko bu beneran deh hehehe.”Jawab aku yang sedang gugup dan ketakutan.
Ayo kamu ikut ibu keluar !”Ujar BU Naomi yang geram dengan ulahku dan membawa aku keluar dari kelas .
                Ternyata aku disuruh Bu Naomi untuk menghormat tiang bendera dengan berdiri menggunakan satu kaki .Aku menuruti perintahnya karena disekolah ia terkenal sebagai guru yang galaknya minta ampun ,tidak sedikit siswa yang takut ketika berhadapan dengannya .
Aku pun mulai menghormat dengan satu kaki yang sesekali kaki kiriku diturunkan karena pegal dan panas yang membuatku kehausan .
                Sekian lama aku menghormat bendera akhirnya bel tanda pulang sekolah berbunyi dan aku langsung mengambil tasku yang berada dikelas lalu aku pulang dengan memakai sepeda baruku yang kemarin dibelikan oleh ayahku .Sesampainya dirumah aku langsung menuju ke kamarku sambil membayangkan impianku sejak kecil yaitu ingin menjadi seorang sastrawan yang terkenal didunia karena kalau kelak aku sukses+banyak uang ,aku ingin jalan-jalan ke kota yang sangat aku kagumi yaitu Negeri Sakura(JAPAN) . Tapi hati kecilku bertanya kepadaku ,
“Apakah dengan kehidupanmu yang sekarang kamu bisa mewujudkan impianmu?”Tanya hati kecilku.
“Hmmm ,mungkin tidak bisa .Terus bagaimana caranya supaya aku bisa mewujudkan impianku?” Ucap aku dengan keras sambil melamunkan suasana Negeri Sakura .
                Dari sanalah aku mulai mencari jawaban dari pertanyaan yang keluar dari hati kecilku .Aku searching di google yang ternyata jawabannya sangatlah mudah tetapi sulit untuk dijalani yaitu, pertama harus ada niat dari hati ,kedua aku harus disiplin waktu ,ketiga aku harus belajar dengan serius buat modal dimasa yang akan datang ,dan yang terakhir aku tidak lupa kepada Tuhan .
                Semenjak saat itu aku terus coba membiasakan diri dangan kehidupan baruku yang penuh dengan aturan .Awalnya sih aku kesulitan menjalankan kehidupan baruku tapi lama-kelamaan aku mulai menyukai dan menikmati kehidupan baruku .Tapi aku tidak boleh cepat puas dan harus berusaha untuk lebih baik lagi dari sekarang .kehidupan yang sesungguhnya sangatlah keras .
 “Because the longer we live the more the temptation too, drop the existing barrier in front of the eye with kiss bye”

karya : Iqbal Ibnu Hajar

                

0 komentar:

Posting Komentar