Namaku
Hiroshi seorang lelaki yang tinggi, putih dan tampan ,tapi aku sangatlah nakal .Aku
duduk dibangku SMA kelas 11 IPS A ,dikelasku aku dikenal sebagai “trouble
maker” bersama teman seperjuanganku yang bernama Lazaref.
Pada saat ulangan
fisika berlangsung siswa-siswa mengerjakan lembaran soal dengan khusu tapi
tidak dengan aku dan lazaref.
”Hiroshi ,kamu nomer 5 udah belum ?”
Tanya lazaref sambil menepuk punggungku.
“Belum ref ,bentar aku lihat dulu sama
Aiko.”Jawab aku yang mulai menengok ke lembar jawaban Aiko yang berada
dibelakangku.
Jawaban belum dapat
ternyata bu Naomi mengetahui aksi
curangku ,ia datang menghampiriku sambil bertanya .
“Heh Hiroshi kamu sedang
apa? Kamu nyontek ya ?” ucap Bu Naomi dengan suara keras .
“Hmmmm ,itu bu
anu...nggak nyontek ko bu beneran deh hehehe.”Jawab aku yang sedang gugup dan ketakutan.
“Ayo kamu ikut ibu
keluar !”Ujar BU Naomi yang geram dengan ulahku dan membawa aku keluar dari
kelas .
Ternyata aku disuruh Bu Naomi
untuk menghormat tiang bendera dengan berdiri menggunakan satu kaki .Aku
menuruti perintahnya karena disekolah ia terkenal sebagai guru yang galaknya
minta ampun ,tidak sedikit siswa yang takut ketika berhadapan dengannya .
Aku pun mulai
menghormat dengan satu kaki yang sesekali kaki kiriku diturunkan karena pegal
dan panas yang membuatku kehausan .
Sekian lama aku menghormat
bendera akhirnya bel tanda pulang sekolah berbunyi dan aku langsung mengambil
tasku yang berada dikelas lalu aku pulang dengan memakai sepeda baruku yang kemarin
dibelikan oleh ayahku .Sesampainya dirumah aku langsung menuju ke kamarku
sambil membayangkan impianku sejak kecil yaitu ingin menjadi seorang sastrawan
yang terkenal didunia karena kalau kelak aku sukses+banyak uang ,aku ingin
jalan-jalan ke kota yang sangat aku kagumi yaitu Negeri Sakura(JAPAN) . Tapi
hati kecilku bertanya kepadaku ,
“Apakah dengan
kehidupanmu yang sekarang kamu bisa mewujudkan impianmu?”Tanya hati kecilku.
“Hmmm ,mungkin tidak
bisa .Terus bagaimana caranya supaya aku bisa mewujudkan impianku?” Ucap aku dengan
keras sambil melamunkan suasana Negeri Sakura .
Dari sanalah aku mulai mencari
jawaban dari pertanyaan yang keluar dari hati kecilku .Aku searching di google yang ternyata jawabannya sangatlah mudah tetapi
sulit untuk dijalani yaitu, pertama harus ada niat dari hati ,kedua aku harus
disiplin waktu ,ketiga aku harus belajar dengan serius buat modal dimasa yang
akan datang ,dan yang terakhir aku tidak lupa kepada Tuhan .
Semenjak saat itu aku terus coba
membiasakan diri dangan kehidupan baruku yang penuh dengan aturan .Awalnya sih
aku kesulitan menjalankan kehidupan baruku tapi lama-kelamaan aku mulai
menyukai dan menikmati kehidupan baruku .Tapi aku tidak boleh cepat puas dan
harus berusaha untuk lebih baik lagi dari sekarang .kehidupan yang sesungguhnya
sangatlah keras .
“Because the longer we live the more the
temptation too, drop the existing barrier in front of the eye with kiss bye”
.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar